Jurnal Agrotek
http://journal.uniasman.ac.id/index.php/jurnalagrotek
id-IDJurnal AgrotekPELATIHAN PEMBUATAN PUPUK KOMPOS DI DESA APALA
http://journal.uniasman.ac.id/index.php/jurnalagrotek/article/view/181
<p>Kelurahan Apala merupakan wilayah agraris dengan potensi pertanian yang besar, namun masyarakatnya masih menghadapi kendala dalam pengelolaan sampah organik dan tingginya ketergantungan pada pupuk kimia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian petani melalui pelatihan pembuatan pupuk kompos padat berbasis sampah rumah tangga dan limbah pertanian. Metode yang digunakan meliputi koordinasi, penyampaian teori, praktik langsung (hands-on), serta pendampingan. Sasaran utama kegiatan adalah Kelompok Tani "Subur Makmur" dengan jumlah peserta 25-30 orang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan peserta dalam memproduksi kompos secara mandiri dan terbentuknya unit percontohan pengomposan komunal. Program ini diharapkan dapat mengurangi biaya produksi pertanian dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat melalui pengelolaan sampah yang berkelanjutan.</p>Andi Nur Aini Amir
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Agrotek
2026-02-092026-02-0911IDENTIFIKASI EFEKTIVITAS TUTUPAN LAHAN PADA BEBERAPA WILAYAH DI DESA BORISALLO UNTUK TINDAKAN KONSERVASI
http://journal.uniasman.ac.id/index.php/jurnalagrotek/article/view/182
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas berbagai tutupan lahan di Desa Borisallo sebagai dasar dalam penentuan tindakan konservasi yang tepat. Alat dan bahan yang digunakan meliputi citra satelit resolusi menengah, perangkat GPS, perangkat lunak SIG (QGIS/ArcGIS), data kemiringan lereng, peta tanah, serta lembar observasi lapangan. Rancangan penelitian mengombinasikan analisis spasial SIG dan verifikasi lapangan. Tutupan lahan diklasifikasikan menjadi empat kategori utama yaitu hutan, kebun campuran, lahan pertanian, dan lahan kritis. Masing-masing kategori dievaluasi berdasarkan kerapatan vegetasi, tingkat kemiringan, dan potensi erosi untuk menentukan tingkat efektivitas konservasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hutan memiliki efektivitas konservasi paling tinggi karena kerapatan vegetasi yang baik dan kemampuan menahan erosi. Kebun campuran memiliki efektivitas sedang, bergantung pada komposisi tanamannya. Sebaliknya, lahan pertanian dan lahan kritis memiliki efektivitas rendah sehingga menjadi area prioritas untuk penerapan tindakan konservasi seperti terasering, mulsa, penanaman kontur, dan rehabilitasi vegetasi.</p>Andi Nur Aini Amir
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Agrotek
2026-02-092026-02-0911