http://journal.uniasman.ac.id/index.php/JKPL/issue/feedJurnal Keperawatan Lapatau2026-07-24T11:44:13+00:00Muh. Dzul Akhyarrayabuku811@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>Jurnal Keperawatan Lapatau (JKPL)</strong> adalah jurnal yang didirikan oleh Program Studi Ilmu Keperawatan Akademi Keperawatan Lapatau Bone. Jurnal ini juga menjadi wadah untuk bertukar dan berbagi informasi tentang perkembangan ilmu keperawatan di seluruh dunia yang menjadi representasi visual untuk proses pertukaran ilmu pengetahuan dalam praktik keperawatan berbasis bukti (<em>Evidence Based Practice</em>). Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun yaitu periode Januari-Juni.</p>http://journal.uniasman.ac.id/index.php/JKPL/article/view/185PENYULUHAN ALUR RUJUKAN BERJENJANG BPJS DIDESA SUMBER MUFAKAT TAHUN 20262026-07-21T04:19:59+00:00Simhot Maruli Tua simbolonsimhotsimbolon06@gmail.comTamaralina Karonakarona986@gmail.comEma Hardianti Naibahoemahardianti@icloud.comEvi Christin br Sembiringevichristinsembiring@gmail.comBeres Sahat Tua Naibahoberesnaibaho@yahoo.com<p>Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan<br>menerapkan sistem rujukan berjenjang untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang<br>efektif dan merata. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami prosedur<br>rujukan sehingga pemanfaatan layanan kesehatan sering kali tidak sesuai dengan<br>ketentuan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan<br>pemahaman masyarakat mengenai sistem rujukan berjenjang BPJS Kesehatan. Kegiatan<br>dilaksanakan pada 09 Juni 2026 di Desa Sumber Mufakat, Kabupaten Karo, dengan<br>melibatkan 30 peserta. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi, tanya<br>jawab, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan<br>peningkatan pengetahuan peserta mengenai fungsi FKTP, mekanisme rujukan, serta hak<br>dan kewajiban peserta BPJS Kesehatan. Rata-rata tingkat pemahaman meningkat dari<br>42% sebelum penyuluhan menjadi 92% setelah kegiatan. Temuan ini menunjukkan<br>bahwa penyuluhan kesehatan efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat<br>sehingga diharapkan dapat mendorong pemanfaatan layanan kesehatan sesuai alur<br>rujukan yang berlaku</p>2026-07-21T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Lapatauhttp://journal.uniasman.ac.id/index.php/JKPL/article/view/186Pemberdayaan Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Melalui Edukasi Dan Pelatihan Buerger Allen Exercise (BAE) Serta Diabetic Foot Exercise(DFE) Sebagai Upaya Pengendalian Kadar Glukosa Darah di UPT Puskesmas Bajoe2026-07-24T11:44:13+00:00Radiah Ilhamdianradiah.dr@gmail.comAndi Bintangandibintang@gmail.comAndi Satrianaandisatriana@gmail.comDewi Mulfiyantidewimulfiyanti@gmail.com<p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berjudul <strong>"Pemberdayaan Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Melalui Edukasi dan Pelatihan Buerger Allen Exercise (BAE) serta Diabetic Foot Exercise (DFE) sebagai Upaya Pengendalian Kadar Glukosa Darah"</strong> dilaksanakan pada penderita Diabetes Melitus (DM) tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Bajoe, Kabupaten Bone. Kegiatan ini diikuti oleh 80 peserta berusia 45–59 tahun yang mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan Diabetes Melitus, pentingnya aktivitas fisik, serta pelatihan praktik Buerger Allen Exercise (BAE) dan Diabetic Foot Exercise (DFE) secara terstruktur.</p> <p>Pelaksanaan pengabdian difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam melakukan latihan secara mandiri sebagai bagian dari upaya pengendalian kadar glukosa darah. Setelah mengikuti edukasi dan pelatihan, peserta mampu mempraktikkan kedua jenis latihan dengan benar serta memahami manfaatnya dalam pengelolaan Diabetes Melitus.</p> <p>Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penerapan Buerger Allen Exercise (BAE) maupun Diabetic Foot Exercise (DFE) memberikan manfaat dalam membantu menurunkan kadar glukosa darah peserta. Kedua latihan terbukti berkontribusi terhadap pengendalian glukosa darah, dengan Diabetic Foot Exercise (DFE) menunjukkan penurunan kadar glukosa darah yang lebih besar, yaitu rata-rata sekitar 107,8 mg/dL, dibandingkan Buerger Allen Exercise (BAE) yang menurunkan kadar glukosa darah rata-rata sekitar 33,7 mg/dL. Meskipun demikian, Buerger Allen Exercise tetap memberikan manfaat penting, terutama dalam mendukung sirkulasi darah perifer dan berpotensi membantu mencegah komplikasi vaskular pada penderita DM tipe 2.</p> <p>Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi peserta dalam menerapkan latihan fisik sebagai bagian dari pengelolaan Diabetes Melitus. Edukasi yang dipadukan dengan pelatihan praktik Buerger Allen Exercise (BAE) dan Diabetic Foot Exercise (DFE) menjadi strategi pemberdayaan yang efektif untuk mendorong perubahan perilaku hidup sehat serta mendukung pengendalian kadar glukosa darah pada penderita Diabetes Melitus tipe 2.</p>2026-07-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Keperawatan Lapatau